konveksi
Showing posts with label Berita Nasional. Show all posts
Showing posts with label Berita Nasional. Show all posts

ISLAM MEDIA Aksi Damai 411 jadi Trending Topik Dunia



JAKARTA–Aksi damai bela Islam yang tengah berlangsung hari ini menjadi tranding topic dunia. Para netizen menggunakan tagar #aksidamai411 dalam menyampaikan pesannya.
“Tuan, janganlah heran jika umat ini mencintai Al Qur’an lebih daripada mencintai hidupnya sendiri” tulis akun Den Bagus dengan #AksiDamai411
Tak ketinggalan, Wakil Gubernur Jawa Barat juga menulis mendoakan agar aksi 4 november ini berjalan dengan damai.
“Semoga #AksiDamai411 hari ini tetap damai dan tidak anarkis karena Islam Cinta Damai dan Rahmatan lil a’lamiin. Allahu Akbar!” tulis Deddy Mizwar dalam akun twittenya.
“Hanya yg memiliki cinta pada Al Qur’an yg akan tergerak membela saat Al Qur’an dinista. Ini soal RASA, bukan SARA #AksiDamai411 #JumatBerkah,” tulis Muhammad Taqwan.
Salah seorang akun lain yang mengaku dari Malaysia ikut mendukung demonstrasi damai di Jakarta. “From malaysia and i support may everything ease by Allah,” tulis akun Kopi.
Seperti diketahui, aksi damai ini untuk meminta ketegasan aparat hukum terhadap proses hukum Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Sebelumnya, Ahok yang dinilai telah menodai Al-Quran lewat pidatonya belum lama ini di Kepulauan Seribu.

Penembakan di Cibinong





Penembakan di Cibinong-TNI bereaksi paska penembakan yang dilakukan Serda YH, anggota Intel Kostrad terhadap Japra, warga Cibinong, beberapa hari lalu. Salah satunya dengan pembatasan penggunaan senjata api bagi anggota TNI.

“ Senjata laras pendek akan diperketat penggunaannya,” kata Wadanyon 315/Garuda, Mayor Inf Dani Indrajaya, saat melakukan inspeksi dan pemeliharaan senjata, Jumat (06/11/2015).

Menurut Dani, penggunaan senjata api laras pendek hanya boleh digunakan oleh perwira, mulai dari danyon, danki, wadan dan komandan. “ Senjata tidak boleh keluar tanpa ada izin,” tegasnya.

Begitupun dengan pertanggung jawaban penggunaan senjata. Menurut dia, tanggung jawab dibebankan kepada masing-masing pengguna.

“Setiap piket akan dilaporkan jumlah personil yang keluar dan jumlah senjata yang keluar pasti dilaporkan dan pimpinan wajib mengetahu,” tandasnya.

Sumber
Unknown Berita Nasional

Kasus Hercules Jadi Pelajaran Panglima TNI Baru

JAKARTA - Komisi I DPR dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, siang ini.

Gatot yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang akan memasuki pensiun pada 1 Agustus mendatang.

Angota Komisi I DPR Pramono Anung mengatakan, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Panglima TNI yang baru. Adapun tugas itu salah satunya berupaya untuk memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Menurut Politikus senior PDIP ini menilai sejumlah alutsista milik TNI menjadi keharusan guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan.

Dia mencontohkan, kecelakaan pesawat tempur F-16 di Madiun, 24 Juni lalu dan musibah pesawat Hercules di Medan, kemarin.

"Memperbarui alutsista adalah tugas utama Panglima TNI yang baru. Sebagai negara maritim dan kepulauan, dia harus memikirkan setrategi pembangunan pertahanan yang baik," tutur Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2015).

Pramono juga mengingatkan Panglima TNI baru untuk diminta mendorong peningkatan kesejahteraan prajurit. Persoalan kesejahteraan, menurut dia, kerap menjadi pemicu konflik antara personel TNI dan Polri.

"Saat ini masih sering ada bentrok antara TNI-Polri, sumbernya soal kesejahteraan. Salah satu tugas utama, bagaimana Panglima TNI mensejahterkan anggotanya," kata Pramono.

source

Unknown Berita Nasional

Fakta tentang jatuhnya pesawat Hercules

Peristiwa pesawat Hercules yang jatuh di Medan mengejutkan masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan sementara, ratusan orang dipastikan menjadi korban meninggal. Berikut ini sejumlah fakta yang dialami pesawat Hercules C-130 milik TNI AU.

Penampakan pesawat hercules jatuh di medan (doc/liputan6.com)

1. Layak terbang

Sebelumnya, pesawat ini berangkat dari Malang pada hari Senin 29 Juni 2015 dan direncanakan kembali ke Malang pada 2 Juli 2015. Menurut Letkol Sutrisno, Kapentak Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pesawat tersebut layak terbang.

2. Pilot terbaik & baru nikah

Pesawat ini dipiloti oleh Capt Penerbang Sandy Permana yang merupakan siswa terbaik Sekkau A-97. Sedangkan co-pilot yang bernama Lettu Pnb Pandu Setiawan baru saja melangsungkan pernikahan dua bulan lalu.

3. Angkutan logistik

Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU berangkat menuju Tanjung Pinang dan Natuna di Kepulauan Riau untuk membawa kebutuhan logistik termasuk senjata, demikian pernyataan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Fuad Basya.

Gambar pesawat hercules jatuh di medan (doc/Antara.com)

4. Manifes penumpang

Berdasarkan daftar manifes penumpang yang disampaikan KSAU Agus Supriyatna, pesawat ini membawa 12 kru yang terdiri atas delapan orang teknisi, seorang navigator dan tiga orang penerbang.

5. Penumpang sipil

Dilansir Teknoflas dari laman Metrotvnews.com, pesawat hercules jatuh di medan membawa penumpang sipil yang ditarik bayaran Rp 990 ribu hingga tiba ke Natuna. Sementara laman Tribunnews Medan menyebut angka tarif berkisar Rp 800 ribu – Rp 1 juta untuk rute Tanjungpinang. Namun semua dibantah oleh KSAU Agus Supriyatna, dan kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

6. Terbang dua menit

Usai lepas landas selama dua menit dari Pangkalan Udara Soewondo, pilot Sandy Permana memutuskan untuk kembali mendarat dan memutar arah menuju tempat landasan.

7. Pernah ditumpangi Soekarno

Menurut penuturan Politikus PDIP TB Hasanuddin dilansir Teknoflas, dari laman Inilah.com, pesawat hercules yang jatuh di Medan buatan tahun 1954 dan pernah ditumpangi Presiden RI, Soekarno.

8. Lokasi jatuhnya Mandala

Dilansir Teknoflas dari laman poskota.com, lokasi jatuhnya pesawat Hercules C-130 hanya berjarak 2 km dari jatuhnya Mandala Airlines yang terjadi pada 5 September 2005. Kedua pesawat naas ini sama-sama jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan.

9. Jatuh menimpa bangunan

Sesudah melakukan kontak dengan pangkalan dan memutar arah, pesawat sulit dikendalikan hingga akhirnya jatuh menimpa bangunan milik penduduk sipi

Sumber

Unknown Berita Nasional

Jatuhnya Pesawat Hercules C-130 Di Medan


Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di seputaran Hotel Beraspati dan perumahan Royal Residen ini jatuh sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut informasi dari warga sekitar sebelum jatuh, ekor pesawat andalan TNI ini terbakar dan sempat beberapa kali berputar di udara.
Menurut informasi yang diterima di lapangan, sebanyak 12 korban tewas dan ditemukan di lokasi pesawat jatuh yaitu di Jalan Jamin Ginting persis di perumahan Royal Residen. Baca: Seluruh Penumpang Pesawat Jatuh Diperkirakan Meninggal Semua
Pesawat yang akan berangkat ke Tnajung Pinang ini langsung terjun bebas setelah beberapa menit take off dari Lapangan Udara Soewondo. Sampai saat ini www.tribun-medan.com masih terus mencari informasi terkait jatuhnya pesawat nahas ini.
Sebelumnya, Pesawat Hercules milik TNI AU dikabarkan jatuh di Keluarahan Simalingkar B Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Selasa (30/6/2015).
Lokasi jatuhnya pesawat jenis angkut militer ini persis dekat Bandara Lanud Soewondo eks Bandara Polonia Medan. Belum diketahui penyebab pesawat itu jatuh dan apakah terdapat korban selamat dalam peristiwa nahas tersebut.
Dikabarkan dua menit setelah lepas landas, pilot pesawat Hercules C-130 meminta untuk kembali ke landasan udara Suwondo. Apakah ini disebabkan karena pilot mengetahui mesin bermasalah? 
Saat ini reporter tribun-medan.com masih mencari konfirmasi mengenai penyebab jatuh pesawat.
Unknown Berita Nasional