ISLAM MEDIA Aksi Damai 411 jadi Trending Topik Dunia
Penembakan di Cibinong
Penembakan di Cibinong-TNI bereaksi paska penembakan yang dilakukan Serda YH, anggota Intel Kostrad terhadap Japra, warga Cibinong, beberapa hari lalu. Salah satunya dengan pembatasan penggunaan senjata api bagi anggota TNI.
“ Senjata laras pendek akan diperketat penggunaannya,” kata Wadanyon 315/Garuda, Mayor Inf Dani Indrajaya, saat melakukan inspeksi dan pemeliharaan senjata, Jumat (06/11/2015).
Menurut Dani, penggunaan senjata api laras pendek hanya boleh digunakan oleh perwira, mulai dari danyon, danki, wadan dan komandan. “ Senjata tidak boleh keluar tanpa ada izin,” tegasnya.
Begitupun dengan pertanggung jawaban penggunaan senjata. Menurut dia, tanggung jawab dibebankan kepada masing-masing pengguna.
“Setiap piket akan dilaporkan jumlah personil yang keluar dan jumlah senjata yang keluar pasti dilaporkan dan pimpinan wajib mengetahu,” tandasnya.
Sumber
Kasus Hercules Jadi Pelajaran Panglima TNI Baru
JAKARTA - Komisi I DPR dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, siang ini.
Gatot yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang akan memasuki pensiun pada 1 Agustus mendatang.
Angota Komisi I DPR Pramono Anung mengatakan, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Panglima TNI yang baru. Adapun tugas itu salah satunya berupaya untuk memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.
Menurut Politikus senior PDIP ini menilai sejumlah alutsista milik TNI menjadi keharusan guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan.
Dia mencontohkan, kecelakaan pesawat tempur F-16 di Madiun, 24 Juni lalu dan musibah pesawat Hercules di Medan, kemarin.
"Memperbarui alutsista adalah tugas utama Panglima TNI yang baru. Sebagai negara maritim dan kepulauan, dia harus memikirkan setrategi pembangunan pertahanan yang baik," tutur Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2015).
Pramono juga mengingatkan Panglima TNI baru untuk diminta mendorong peningkatan kesejahteraan prajurit. Persoalan kesejahteraan, menurut dia, kerap menjadi pemicu konflik antara personel TNI dan Polri.
"Saat ini masih sering ada bentrok antara TNI-Polri, sumbernya soal kesejahteraan. Salah satu tugas utama, bagaimana Panglima TNI mensejahterkan anggotanya," kata Pramono.
Fakta tentang jatuhnya pesawat Hercules
Peristiwa pesawat Hercules yang jatuh di Medan mengejutkan masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan sementara, ratusan orang dipastikan menjadi korban meninggal. Berikut ini sejumlah fakta yang dialami pesawat Hercules C-130 milik TNI AU.
Penampakan pesawat hercules jatuh di medan (doc/liputan6.com)
1. Layak terbang
Sebelumnya, pesawat ini berangkat dari Malang pada hari Senin 29 Juni 2015 dan direncanakan kembali ke Malang pada 2 Juli 2015. Menurut Letkol Sutrisno, Kapentak Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pesawat tersebut layak terbang.
2. Pilot terbaik & baru nikah
Pesawat ini dipiloti oleh Capt Penerbang Sandy Permana yang merupakan siswa terbaik Sekkau A-97. Sedangkan co-pilot yang bernama Lettu Pnb Pandu Setiawan baru saja melangsungkan pernikahan dua bulan lalu.
3. Angkutan logistik
Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU berangkat menuju Tanjung Pinang dan Natuna di Kepulauan Riau untuk membawa kebutuhan logistik termasuk senjata, demikian pernyataan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Fuad Basya.
Gambar pesawat hercules jatuh di medan (doc/Antara.com)
4. Manifes penumpang
Berdasarkan daftar manifes penumpang yang disampaikan KSAU Agus Supriyatna, pesawat ini membawa 12 kru yang terdiri atas delapan orang teknisi, seorang navigator dan tiga orang penerbang.
5. Penumpang sipil
Dilansir Teknoflas dari laman Metrotvnews.com, pesawat hercules jatuh di medan membawa penumpang sipil yang ditarik bayaran Rp 990 ribu hingga tiba ke Natuna. Sementara laman Tribunnews Medan menyebut angka tarif berkisar Rp 800 ribu – Rp 1 juta untuk rute Tanjungpinang. Namun semua dibantah oleh KSAU Agus Supriyatna, dan kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
6. Terbang dua menit
Usai lepas landas selama dua menit dari Pangkalan Udara Soewondo, pilot Sandy Permana memutuskan untuk kembali mendarat dan memutar arah menuju tempat landasan.
7. Pernah ditumpangi Soekarno
Menurut penuturan Politikus PDIP TB Hasanuddin dilansir Teknoflas, dari laman Inilah.com, pesawat hercules yang jatuh di Medan buatan tahun 1954 dan pernah ditumpangi Presiden RI, Soekarno.
8. Lokasi jatuhnya Mandala
Dilansir Teknoflas dari laman poskota.com, lokasi jatuhnya pesawat Hercules C-130 hanya berjarak 2 km dari jatuhnya Mandala Airlines yang terjadi pada 5 September 2005. Kedua pesawat naas ini sama-sama jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan.
9. Jatuh menimpa bangunan
Sesudah melakukan kontak dengan pangkalan dan memutar arah, pesawat sulit dikendalikan hingga akhirnya jatuh menimpa bangunan milik penduduk sipi




